Selasa, 21 Maret 2017

Definisi Perdaban, Budaya, Tradisi, Adat Istiadat, Kebiasaan, Simbol, Icon/Lambang dan tanda


A. Definisi Peradaban 
Secara umum, Pengertian Peradaban adalah suatu bagian dari kebudayaan yang tinggi, halus, indah, serta juga maju. Sedangkan dalam Pengertian peradaban yang lebih luas merupakan kumpulan suatu identitas terluas dari seluruh hasil budi daya manusia, yang mencakup kepada seluruh aspek kehidupan manusia baik itu fisik (misalnya bangunan, jalan), ataupun non-fisik (nilai-nilai, tatanan, seni budaya ataupun iptek), yang teridentifikasi dengan melalui unsur-unsur obyektif umum, seperti halnya bahasa, sejarah, agama, kebiasaan, institusi, ataupun melalui identifikasi diri yang subjektif. 
Istilah Peradaban tersebut sering dipakai untuk dapat menunjukkan pendapat serta penilaian kita pada perkembangan dari kebudayaan yangaman pada waktu perkembangan kebudayaan tersebut mencapai pada titik tertinggi yang berwujud unsur-unsur budaya yang halus, tinggi indah, sopan, luhur, dan lain sebagainya, maka masyarakat pemilik kebudayaan itu dikatakan sudah mempunyai peradaban yang tinggi. 



B. Definisi Budaya
Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang, dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang, dan diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan, dan karya seni. Bahasa, sebagaimana juga budaya, merupakan bagian tak terpisahkan dari diri manusia sehingga banyak orang cenderung menganggapnya diwariskan secara genetis. Ketika seseorang berusaha berkomunikasi dengan orang-orang yang berbeda budaya, dan menyesuaikan perbedaan-perbedaannya, membuktikan bahwa budaya itu dipelajari.
Budaya adalah suatu pola hidup menyeluruh. budaya bersifat kompleks, abstrak, dan luas. Banyak aspek budaya turut menentukan perilaku komunikatif. Unsur-unsur sosio-budaya ini tersebar, dan meliputi banyak kegiatan sosial manusia

C. Definisi Tradisi
(Bahasa Latin: traditio, "diteruskan") atau kebiasaan, dalam pengertian yang paling sederhana adalah sesuatu yang telah dilakukan untuk sejak lama dan menjadi bagian dari kehidupan suatu kelompok masyarakat, biasanya dari suatu negara, kebudayaan, waktu, atau agama yang sama. Hal yang paling mendasar dari tradisi adalah adanya informasi yang diteruskan dari generasi ke generasi baik tertulis maupun (sering kali) lisan, karena tanpa adanya ini, suatu tradisi dapat punah.


D. Definisi Adat Istiadat
Adat istiadat adalah kumpulan tata kelakuan yang paling tinggi kedudukannya karena bersifat kekal dan terintegrasi sangat kuat terhadap masyarakat yang memilikinya. Individu atau orang yang melanggar adat istiadat dapat memperoleh sanksi yang berat baik langsung maupun tidak langsung, misalnya dikucilkan dari masyarakat atau digunjingkan masyarakat.
Adat istiadat merupakan tata kelakuan yang kekal dan turun temurun dari generasikegenerasi lain sebagai warisan sehingga kuat integrasinya dengan pola-pola perilakumasyarakat( Kamus besar bahasa indonesia, 1988:5,6) 
- Adat istiadat adalah perilaku budaya dan aturan-aturan yang telah berusaha diterapkandalam lingkungan masyarakat.
- Adat istiadat merupakan ciri khas suatu daerah yang melekat sejak dahulu kala dalam dirimasyarakat yang melakukannya.
- Adat istiadat adalah himpunan kaidah-kaidah sosial yang se$ak lama ada dan telahmen$adi kebiasaan (tradisi) dalam masyarakat.

E. Definisi Kebiasaan
Kebiasaan adalah suatu cara yang lazim yang wajar dan diulang-ulang dalam melakukan sesuatu oleh sekelompok orang. Masing-masing manusia pasti mempunyai perilaku-perilaku tertentu yang menyenangkan sehingga akan dikerjakan setiap waktu. Perilaku-perilaku tersebut bisa sama atau bisa juga berbeda dengan individu yang lain. Sebagaicontoh, Anda memilikiperilaku untuk mencucitangan sebelum makan. Perbuatan atau perilaku yang dilakukan secara berulang-ulang dan rnenjadi pola hidup seperti itulah yang disebut kebiasaan. Di masyarakat, juga terdapat kebiasaan-kebiasaan tertentu yang diikuti oleh setiap warganya. Kebiasaan itu bisa berupa cara-cara melakukan atau memanfaatkan sesuatu ataupun perilaku-perilaku tertentu yang dianggap praktis dan juga benar.
Umumnya, suatu kebiasaan yang menyangkut cara menggunakan atau memanfaatkan sesuatu dimulai dari usaha coba-coba (trial and error), situasi kebetulan, atau beberapa pengaruh yang tidak disadari. Dari usaha tersebut, sekelompok orang sampai pada salah satu kemungkinan, kemudian mengulangnya dan menerimanya sebagai cara yang wajar untuk memenuhi kebutuhan tertentu. Dari kebiasaan sekelompok orang ini, cara atau tindakan tersebut diikuti oleh seluruh warga dan dianggap sebagai sesuatu yang praktis dan benar, maka jadilah sebuah kebiasaan masyarakat. Kebiasaan yang diikuti oleh sebagian besar anggota masyarakat dan diturunkan dari generasi ke generasi berikutnya disebut sebagai tradisi.

F. Definisi Simbol
Secara Etimologis istilah “symbol” diserap dari kata symbol  dalam bahasa inggris yang berakar pada kata symbolicum dalam bahasa latin. Sementara dalam bahasa yunani kata symbolon dan symballo, yang juga menjadi akar kata symbol, memiliki beberapa makna generic, yakni  “memberi  kesan”, “berarti” dan “menarik”. Dalam sejarah pemikiran, symbol memiliki dua pengertian yang sangat berbeda. Dalam pemikiran dan praktik keagamaan, symbol lazim dianggap sebagai pancaran realitas transenden. Dalam system pemikiran logika dan ilmiah, lazimnya istilah symbol dipakai dalam arti tanda abstrak.

Dalam beberapa pengertian, “symbol” diartikan sebagai  berikut :
1. symbol adalah sesuatu yang biasanya merupakan tanda yang terlihat yang menggantikan gagasan atau objek.
2. symbol adalah kata, tanda atau isyarat, yang dgunakan untuk mewakili sesuatu yang lain seperti arti, kualitas, abstraksi, gagasan, dan objek.
3. symbol adalah apapun yang diberikan arti dengan pesetujuan umum dan atau dengan kesepakatan atau kebiasaan.

Dalam peristilahan modern seringkali setiap unsur dari suatu system tanda-tanda disebut symbol. Dengan demikian orang berbicara tentang logika simbolik. Dalam arti yang tepat symbol dapat dipersamakan dengan citra (image) dan menunjuk pada suatu tanda indrawi dan realitas supraindrawi. Tanda-tanda indrawi pada dasarnya, memiliki kecendurungan tertentu untuk menggambarkan realitas supraindrawi. Dalam suatu komunitas tertentu tanda-tanda indrawi langsung dapat dipahami. Misalnya, sebuah tongkat melambangkan wibawa tertinggi. Apabila sebuah objek tidak dapat dimengerti secara langsung dan penafsiran objek tersebut tergantung pada proses-proses pikiran rumit, maka orang akan lebih suka berbicara secara alegoris.

G. Definisi Icon/Lambang
Lambang adalah sesuatu yang digunakan untuk menunjukan sesuatu lainnya. Berdasarkan kesepakatan sekelompok orang. Lambang meliputi kata-kata (pesan verbal), perilaku non verbal, dan objek yang maknanya desepakati bersama. Kemampuan manusia menggunakan lambing verbal memungkinkan perkembangan bahasa dan menangani hubungan antara manusia dan objek (baik nyata maupun abstrak) tanpa kehadiran manusia atau objek tersebut.  lambing adalah salah satu kategori tanda. Hubungan antara dengan objek dapat juga direpresentasikan oleh ikon dan indeks, namun ikon dan indeks tidak memerlukan kesepakatan.

Lambang mempunyai beberapa sifat sebagai berikut :
1. lambang bersifat sembarang, mansuka atau sewenang-wenang.
2. lambang pada dasarnya tidak mempunyai maknsa, kitalah yang member makna pada lambang.
3. Lambang itu bervariasi.

H. Definisi Tanda


Tanda adalah sesuatu yang bagi seseorang mewakili sesuatu (yang lain) dalam kaitan atau kapasitas tertentu. Tanda mengarah kepada seseorang, yakni menciptakan dalam pikiran orang itu suatu tanda lain yang setara, atau bisa juga suatu tanda yang lebih terkembang. Tanda yang tercipta disebut interpretan dari tanda yang pertama. Suatu tanda (yang pertama) mewakili sesuatu, yaitu objek-nya. Tanda (yang pertama) mewakili objeknya tidak dalam sembarang kaitan, tetapi dalam kaitan dengan suatu gagasan tertentu.)

Menurut Charles Sanders Peirce, tanda adalah sesuatu yang bagi seseorang mewakili sesuatu yang lain dalam suatu kaitan tertentu. Rada rumit memang, tapi begitulah. Mari kita uraikan definisi Peirce itu ke dalam bagian-bagiannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar