A. Definisi Peradaban
Secara umum, Pengertian Peradaban adalah suatu bagian dari
kebudayaan yang tinggi, halus, indah, serta juga maju. Sedangkan dalam
Pengertian peradaban yang lebih luas merupakan kumpulan suatu identitas terluas
dari seluruh hasil budi daya manusia, yang mencakup kepada seluruh aspek
kehidupan manusia baik itu fisik (misalnya bangunan, jalan), ataupun non-fisik
(nilai-nilai, tatanan, seni budaya ataupun iptek), yang teridentifikasi dengan
melalui unsur-unsur obyektif umum, seperti halnya bahasa, sejarah, agama,
kebiasaan, institusi, ataupun melalui identifikasi diri yang subjektif.
Istilah
Peradaban tersebut sering dipakai untuk dapat menunjukkan pendapat serta
penilaian kita pada perkembangan dari kebudayaan yangaman pada waktu
perkembangan kebudayaan tersebut mencapai pada titik tertinggi yang berwujud
unsur-unsur budaya yang halus, tinggi indah, sopan, luhur, dan lain sebagainya,
maka masyarakat pemilik kebudayaan itu dikatakan sudah mempunyai peradaban yang
tinggi.
B. Definisi
Budaya
Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang, dan dimiliki bersama
oleh sebuah kelompok orang, dan diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya
terbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama dan politik,
adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan, dan karya seni. Bahasa,
sebagaimana juga budaya, merupakan bagian tak terpisahkan dari diri manusia
sehingga banyak orang cenderung menganggapnya diwariskan secara genetis. Ketika
seseorang berusaha berkomunikasi dengan orang-orang yang berbeda budaya,
dan menyesuaikan perbedaan-perbedaannya, membuktikan bahwa budaya itu
dipelajari.
Budaya adalah
suatu pola hidup menyeluruh. budaya bersifat kompleks, abstrak, dan luas.
Banyak aspek budaya turut menentukan perilaku komunikatif. Unsur-unsur sosio-budaya
ini tersebar, dan meliputi banyak kegiatan sosial manusia
C. Definisi
Tradisi
(Bahasa Latin: traditio,
"diteruskan") atau kebiasaan, dalam pengertian yang paling
sederhana adalah sesuatu yang telah dilakukan untuk sejak lama dan menjadi
bagian dari kehidupan suatu kelompok masyarakat, biasanya dari suatu negara,
kebudayaan, waktu, atau agama yang sama. Hal yang paling mendasar dari
tradisi adalah adanya informasi yang diteruskan dari generasi ke generasi
baik tertulis maupun (sering kali) lisan, karena tanpa adanya ini, suatu
tradisi dapat punah.
D. Definisi Adat
Istiadat
Adat istiadat adalah kumpulan
tata kelakuan yang paling tinggi kedudukannya karena bersifat kekal dan
terintegrasi sangat kuat terhadap masyarakat yang memilikinya. Individu atau orang yang melanggar adat istiadat dapat
memperoleh sanksi yang berat baik langsung maupun tidak langsung, misalnya
dikucilkan dari masyarakat atau digunjingkan masyarakat.
- Adat istiadat merupakan tata kelakuan yang kekal dan turun temurun dari generasikegenerasi
lain sebagai warisan sehingga kuat integrasinya dengan pola-pola
perilakumasyarakat( Kamus besar bahasa indonesia, 1988:5,6)
- Adat istiadat adalah
perilaku budaya dan aturan-aturan yang telah berusaha diterapkandalam
lingkungan masyarakat.
- Adat istiadat merupakan ciri
khas suatu daerah yang melekat sejak dahulu kala dalam dirimasyarakat yang
melakukannya.
-
Adat istiadat adalah himpunan kaidah-kaidah sosial yang se$ak lama ada dan telahmen$adi
kebiasaan (tradisi) dalam masyarakat.
E. Definisi Kebiasaan
Kebiasaan adalah
suatu cara yang lazim yang wajar dan diulang-ulang dalam melakukan sesuatu oleh
sekelompok orang. Masing-masing manusia pasti mempunyai perilaku-perilaku
tertentu yang menyenangkan sehingga akan dikerjakan setiap waktu.
Perilaku-perilaku tersebut bisa sama atau bisa juga berbeda dengan individu
yang lain. Sebagaicontoh, Anda memilikiperilaku untuk mencucitangan sebelum
makan. Perbuatan atau perilaku yang dilakukan secara berulang-ulang dan
rnenjadi pola hidup seperti itulah yang disebut kebiasaan. Di masyarakat, juga
terdapat kebiasaan-kebiasaan tertentu yang diikuti oleh setiap warganya.
Kebiasaan itu bisa berupa cara-cara melakukan atau memanfaatkan sesuatu ataupun
perilaku-perilaku tertentu yang dianggap praktis dan juga benar.
Umumnya, suatu
kebiasaan yang menyangkut cara menggunakan atau memanfaatkan sesuatu dimulai
dari usaha coba-coba (trial and error), situasi kebetulan, atau beberapa
pengaruh yang tidak disadari. Dari usaha tersebut, sekelompok orang sampai pada
salah satu kemungkinan, kemudian mengulangnya dan menerimanya sebagai cara yang
wajar untuk memenuhi kebutuhan tertentu. Dari kebiasaan sekelompok orang ini,
cara atau tindakan tersebut diikuti oleh seluruh warga dan dianggap sebagai
sesuatu yang praktis dan benar, maka jadilah sebuah kebiasaan masyarakat.
Kebiasaan yang diikuti oleh sebagian besar anggota masyarakat dan diturunkan
dari generasi ke generasi berikutnya disebut sebagai tradisi.
F. Definisi
Simbol
Secara Etimologis istilah
“symbol” diserap dari kata symbol dalam bahasa inggris yang berakar
pada kata symbolicum dalam bahasa latin. Sementara dalam bahasa yunani
kata symbolon dan symballo, yang juga menjadi akar kata symbol, memiliki
beberapa makna generic, yakni “memberi kesan”, “berarti”
dan “menarik”. Dalam sejarah pemikiran, symbol memiliki dua pengertian yang
sangat berbeda. Dalam pemikiran dan praktik keagamaan, symbol lazim dianggap
sebagai pancaran realitas transenden. Dalam system pemikiran logika dan ilmiah,
lazimnya istilah symbol dipakai dalam arti tanda abstrak.
Dalam beberapa pengertian,
“symbol” diartikan sebagai berikut :
1. symbol adalah sesuatu yang
biasanya merupakan tanda yang terlihat yang menggantikan gagasan atau objek.
2. symbol adalah kata, tanda atau
isyarat, yang dgunakan untuk mewakili sesuatu yang lain seperti arti, kualitas,
abstraksi, gagasan, dan objek.
3. symbol adalah apapun yang
diberikan arti dengan pesetujuan umum dan atau dengan kesepakatan atau
kebiasaan.
Dalam peristilahan modern
seringkali setiap unsur dari suatu system tanda-tanda disebut symbol. Dengan
demikian orang berbicara tentang logika simbolik. Dalam arti yang tepat symbol
dapat dipersamakan dengan citra (image) dan menunjuk pada suatu tanda indrawi
dan realitas supraindrawi. Tanda-tanda indrawi pada dasarnya, memiliki
kecendurungan tertentu untuk menggambarkan realitas supraindrawi. Dalam suatu
komunitas tertentu tanda-tanda indrawi langsung dapat dipahami. Misalnya,
sebuah tongkat melambangkan wibawa tertinggi. Apabila sebuah objek tidak dapat
dimengerti secara langsung dan penafsiran objek tersebut tergantung pada
proses-proses pikiran rumit, maka orang akan lebih suka berbicara secara
alegoris.
G. Definisi
Icon/Lambang
Lambang adalah sesuatu yang
digunakan untuk menunjukan sesuatu lainnya. Berdasarkan kesepakatan sekelompok
orang. Lambang meliputi kata-kata (pesan verbal), perilaku non verbal, dan
objek yang maknanya desepakati bersama. Kemampuan manusia menggunakan lambing
verbal memungkinkan perkembangan bahasa dan menangani hubungan antara manusia
dan objek (baik nyata maupun abstrak) tanpa kehadiran manusia atau objek
tersebut. lambing adalah salah satu kategori tanda. Hubungan antara
dengan objek dapat juga direpresentasikan oleh ikon dan indeks, namun ikon dan
indeks tidak memerlukan kesepakatan.
Lambang mempunyai beberapa sifat
sebagai berikut :
1. lambang bersifat sembarang,
mansuka atau sewenang-wenang.
2. lambang pada dasarnya tidak
mempunyai maknsa, kitalah yang member makna pada lambang.
3. Lambang itu bervariasi.
H. Definisi Tanda
Tanda adalah sesuatu yang bagi
seseorang mewakili sesuatu (yang lain) dalam kaitan atau kapasitas tertentu.
Tanda mengarah kepada seseorang, yakni menciptakan dalam pikiran orang itu
suatu tanda lain yang setara, atau bisa juga suatu tanda yang lebih terkembang.
Tanda yang tercipta disebut interpretan dari tanda yang pertama. Suatu tanda
(yang pertama) mewakili sesuatu, yaitu objek-nya. Tanda (yang pertama) mewakili
objeknya tidak dalam sembarang kaitan, tetapi dalam kaitan dengan suatu gagasan
tertentu.)
Menurut Charles Sanders Peirce, tanda adalah sesuatu yang bagi seseorang mewakili sesuatu yang lain dalam suatu kaitan tertentu. Rada rumit memang, tapi begitulah. Mari kita uraikan definisi Peirce itu ke dalam bagian-bagiannya.
Menurut Charles Sanders Peirce, tanda adalah sesuatu yang bagi seseorang mewakili sesuatu yang lain dalam suatu kaitan tertentu. Rada rumit memang, tapi begitulah. Mari kita uraikan definisi Peirce itu ke dalam bagian-bagiannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar